Pengaruh Interval Circuit Training (Combined Training) Terhadap Vo2max Dengan Plyometric Sebagai Variabel Intervening Pada Pesepak Bola Muda Dewa United
Kata Kunci:
VO2max, Latihan Interval Circuit, Latihan Plyometric, Sepak Bola, Atlet MudaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi latihan interval circuit dan plyometric terhadap VO2max pada pesepak bola muda. VO2max adalah indikator penting dari kebugaran fisik, khususnya dalam sepak bola, karena menggambarkan konsumsi oksigen maksimum selama latihan intensif. VO2max yang tinggi meningkatkan performa pemain dengan meningkatkan ketahanan dan pemulihan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok kontrol nonequivalent. Tiga puluh pemain sepak bola pria berusia 13-19 tahun dibagi menjadi tiga kelompok: Interval Circuit Training (ICT), Plyometric Training (PT), dan Kontrol (C). Setiap kelompok menjalani regimen latihan masing-masing tiga kali seminggu selama enam minggu. VO2max diukur menggunakan Tes Kebugaran Multistage (Bleep Test) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada VO2max di kelompok ICT dibandingkan dengan kelompok PT dan kontrol. Selain itu, latihan plyometric berfungsi sebagai variabel intervening yang memperkuat efek latihan interval circuit terhadap VO2max. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi latihan interval circuit dan plyometric lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik dan kekuatan otot pada pesepak bola muda dibandingkan metode latihan konvensional
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Kesehatan dan Sains Nusantara

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.