Tantangan United Nations Women Kawasan Asia Dan Pasifik Dalam Menghadapi Diskriminasi Perempuan Di Afghanistan Berdasarkan DUHAM

Penulis

  • Muhammad Afifuddin Al Ariqi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kata Kunci:

UN Women, Diskriminasi Perempuan, Afghanistan, Kesetaraan Gender, Hak Asasi Manusia, Taliban

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi berbagai hambatan yang dihadapi UN Women dalam upaya mereka untuk memberdayakan perempuan dan menghapuskan diskriminasi berbasis gender di Afghanistan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan metode pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis dokumen resmi dari UN Women Kawasan Asia dan Pasifik dan organisasi terkait lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka untuk menganalisis diskriminasi terhadap perempuan di Afghanistan, khususnya sebelum dan setelah kembalinya Taliban. Sumber data utama berasal dari literatur akademik, laporan resmi, dan publikasi terkait UN Women serta situasi perempuan di Afghanistan. Data dikumpulkan dari artikel jurnal, laporan media, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan dampak kebijakan yang membatasi hak-hak perempuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi UN Women Kawasan Asia dan Pasifik mencakup kurangnya koordinasi dan solidaritas internasional, kurangnya strategi yang jelas dan komprehensif, serta kesulitan dalam bekerjasama dengan pemerintah Taliban yang cenderung tidak mendukung kesetaraan gender.

Unduhan

Diterbitkan

2024-08-30

Cara Mengutip

Al Ariqi, M. A. (2024). Tantangan United Nations Women Kawasan Asia Dan Pasifik Dalam Menghadapi Diskriminasi Perempuan Di Afghanistan Berdasarkan DUHAM. SAHATA : Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 1(1), 1–11. Diambil dari http://e-jurnal.mediainsancreative.org/index.php/sahata/article/view/146